Thursday, 22 August 2013

Pemilukada Kota Pariaman

Pada tanggal 4 September 2013 penyelenggaraan pemilihan Kepala Daerah Kota Pariaman, Propinsi Sumatera Barat akan digelar, para pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota akan segera bertarung memperebutkan kursi nomor satu dan dua. Kota Pariaman, Masyarakat Kota Pariaman akan menjadi penentu, siapa yang nanti menjadi pemimpin Pariaman sebagai Walikota dan Wakil Walìkota untuk lima tahun mendatang.

Ada tujuh pasangan calon yang akan berlaga pada Pilwako Pariaman 2013 tersebut, Ketujuh pasangan itu adalah Is Prima Nanda - Ibnu Hajar, Helmi Darlis - Mardison Mahyudin, Mukhlis Rahman-Genius Umar, Indra Jaya Piliang - Jose Rizal, Mawardi Samah - Bahari, Edison TRD - Yulinesra dan Bahrul Anif - Asno Welly.

Setelah melalui beberapa tahapan pemìlu, ketujuh pasangan calon ini pun telah mendapat nomor urut, berikut ini adalah nomor urutnya,

Pasangan dengan nomor urut 1 adalah Bahrul Anif - Asno Welly (Bahas), dari jalur perseorangan.

Pasangan dengan nomor urut 2 adalah Helmi Darlis - Mahyuddin (Helm) yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahter (PKS) dan Partai Golkar.

Pasangan dengan nomor urut 3 adalah Edison TRD - Yulinesra (Era), yang diusung oleh Partai Hanura dan Partai Nasreb.

Pasangan dengan nomor urut 4 adalah Mawardi Samah - Bahari (Mari) yang diusung oleh 17 Partai non parlemen.

Pasangan dengan nomor urut 5 adalah Indra Jaya Piliang - Jose Rizal (IJP-JOSS), dari jalur independen.

Pasangan dengan nomor urut 6 adalah Mukhlis Rahman - Genius Umar (M-G) yang diusung oleh PPP, PKPIB dan Barnas.

Pasangan dengan nomor urut 7 adalah Is Primananda - Ibnu Hajar (Pijar) yang diusung oleh PAN, Demokrat dan PBR.

Hasil Quick Count

Di setiap pemilihan daerah atau pilkada hampir selalu ada lembaga survei yang melakukan quick count atau hitung cepat, memaog metode ini menjadi primadona dalam setiap pilkada dan diharapkan oleh masyarakat. Hal itu bisa dimengerti karena selain hasil Pilkada bisa diketahui lebih cepat, juga hampir selalu tidak jauh berbeda dengan perhitungan manual yang dilakukan oleh KPU. Namun yang perlu diingat oleh masyarakat, hasil quick count yang bersifat prediksi bukanlah hasil resmi, karena hasil sesungguhnya tetap harus menunggu penghitungan akhir yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum.

No comments:

Post a Comment