Sunday, 13 April 2014

Hasil Positif Persib Dan Liverpool

Hari minggu yang menyenangkan bagi dua tim favoritku nih, Persib dan Liverpool ! Persib Bandung sukses mengalahkan Arema Malang lewat pertandingan yang dramatis dalam lanjutan liga super Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Setelah sempat tertinggal 0-2 di babak pertama, akhirnya Persib Bandung berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2 di babak kedua sekaligus menggeser posisi Arema dari puncak klasemen sementara Liga super Indonesia.

Hal yang hampir sama terjadi di Kota Liverpool, Inggris, saat the reds menjamu salah satu rival beratnya dalam perebutan gelar liga primer Inggris yakni Manchester City. Liverpoolpun akhirnya berhasil mengalahkan City dengan skor 3-2 dalam pertandingan yang juga sangat dramatis, sempat disamakan oleh City 2-2 setelah sempat unggul 2-0 dibabak pertama, akhirnya Liverpool berhasil membukukan kemenangan 3-2 lewat gol penentu dari Coutinho sekaligus memperkokoh posisinya di puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris. Peluang juarapun semakin terbuka lebar, jika the Reds mampu memenangkan empat sisa pertandingan yang akan dijalaninya, maka gelar juarapun akan dapat diraih. Namun jika sampai terpeleset maka peluang juara justru akan jatuh pada dua rival terdekatnya yaitu Manchester City atau Chelsea.
Empat lawan terakhir yang akan dihadapi liverpool adalah Norwich City (away), Chelsea (home), Crystal Palace (away) dan Newcastle United (home).

Wednesday, 9 April 2014

Pileg 2014 Ciptakan Tiga Ironi

Ada ironi-ironi menarik jika mencermati hasil quick count pada pemilu legislatif 2014 yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei, apa saja sih ironi-ironi tersebut? Mari kita simak, pertama kita cermati kemenangan yang diperoleh PDIP, sepertinya banyak petinggi dan kader yang "tidak begitu senang" dengan kemenangan yang diperoleh pada pileg 2014 ini, koq bisa, kenapa? Bisa jadi kemenangan yang diraih PDIP ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan, pasalnya sebelum pileg dilakukan berbagai lembaga survei dan PDIP sendiri sangat yakin dan percaya diri bahwa PDIP akan meraih kemenangan dengan Jumlah suara di atas 30 Persen atau minimal 27 persen karena jokowi effect. Namun dari hasil quick count dari berbagai lembaga survei, ternyata suara PDIP hanya meraih 19-20 Persen saja, ini tentu tidak sesuai ekspektasi tentunya.
Ironi kedua dialami oleh Partai Demokrat, pada pemilu legislatif tahun 2009 partai Demokrat menjadi pemenang setelah meraih angka 21 Persen, raihan angka tersebut menurut analisa diambil dari partai-partai rivalnya seperti Golkar, PDIP, PKB, PAN,PPP dan lain-lain kecuali PKS. Namun untuk pemilu 2014 ini seolah-olah suara yang pernah diraih sebagian dikembalikan lagi pada partai-partai yang telah disebutkan di atas sehingga Partai Demokrat tinggal menyisakan suara di sekitar 9-10 Persen dari 21 Persen yang diraih pada pemilu sebelumnya hehehe..

Dan ironi ketiga ada pada Partai Keadilan Sejahtera atau PKS, partai ini diprediksi oleh banyak pengamat, media dan lembaga-lembaga survei tidak akan lolos ke senayan dengan raihan suara di bawah tiga Persen, tapi ternyata dari hasil quick count berbagai lembaga survei, partai ini berhasil meraih suara di sekitar 7 Persen, sekaligus membuktikan kesolidan partai ini meski sempat diterpa badai.

Pelajaran yang dapat diambil adalah ternyata sesuatu yang nampak dipermukaan belum tentu menjadi kenyataan dan sesuatu yang didapat dengan instan tidak menghasilkan pondasi yang kuat.